06 February 2009

Tahap Cakra Naruto

Tahap cakra Naruto adalah sangat tinggi karena Kyubi. Ebisu pernah menyatakan bahwa daya pengawalan cakra Naruto adalah lemah karena sebagian dari cakranya digunakan untuk membendung cakra Kyubi yang terlalu kuat (cakra Kyubi yang luar biasa ini boleh membahayakan Naruto jika dibebaskan dengan terlalu banyak). Kakashi juga mengatakan bahwa kekuatan kyubi lebih kuat dari kekuatan Naruto sendiri. Maka, Naruto amat sesuai mengendalikan jurus yang memerlukan banyak cakra seperti ‘Teknik Seribu Bayang’ (Kage Bunshin no Jutsu). Ninja lain dapat menghasilkan beberapa klon saja dengan sempurna karena jurus ini menghendaki penggunannya membagikan cakranya dengan tepat kepada klon-klon yang dihasilkan. Berlainan pula dengan Naruto yang mampu menghasilkan 2000 klon dan pada masa yang sama, membagi sejumlah cakra yang mencukupi kepada setiap klon.

Cakra Kyubi selalu menjadi lebih nyata terlihat apabila Naruto menghadapi saat-saat genting. Untuk memastikan Naruto (dan juga Kyubi sendiri) dapat terus hidup. Naruto berupaya menghubungi Kyubi dan meminta cakranya. Hal ini karena Kyubi dikurung dalam badan Naruto, cakranya mengalir keluar untuk bersatu dengan cakra Naruto. Kekuatan cakra Kyubi merupakan senjata terunggul bagi Naruto dalam pertempuran yang sengit. Apabila Naruto menggunakan cakra Kyubi, ketangkasan dan kekuatannya meningkat secara mendadak. Kadang kecederaannya juga turut meningkat. Oleh sebab itu staminanya berlipat ganda, oleh karena itu dalam pertempuran Naruto terus melawan tanpa merasa letih. Cakra Kyubi dipendamkan Naruto sebelum transformasi ekor. Seandainya transformasi ekor Kyubi terjadi, cakra Kyubi akan menjadi lebih nyata. Ada beberapa jurus yang dapat memendamkan semua cakra Kyubi seperti jurus pengurung Jiraiya atau teknik mengurung Yamato.

Pada awalnya Naruto belum mampu menggunakan cakra Kyubi. Lama kelamaan, Naruto berupaya mengatasi masalah tersebut. Tetapi, jika emosinya terganggu, Naruto mungkin akan menggunakan lebih banyak cakra yang menyebabkan Kyubi menguasai dirinya.

No comments: